Minggu, 07 Oktober 2018

Guru Favorit di Sekolah


Profil Guru
Nama : Mustika
Tempat/tanggal lahir :Pandeglang,16 September 1992
Alamat : Jln.AMD Kp.Cigondong tengah RT 001 RW 003 no.5 Desa Cigondang Kec.Labuah Provinsi Banten
Agama: Islam
Gol. Darah : A+   
Status : Belum menikah
Pekerjaan : Guru Fisika Di SMAN 1 BOJONGGEDE
Riwayat pendidikan: SDN Cigondang 3
                                  SMPN 1 Labuan
                                  SMAN 3 Pandeglang
                                  S1 Universitas Negeri Semarang
                                  S2 Universitas Negeri Jakarta (sedang berjalan)
                                                                                       



Assalamualaikum wr.wb, kembali lagi di blog saya.Kali ini saya akan menceritakan tentang guru favorit saya di SMAN 1 Bojongede. Seperti yang kalian lihat diatas guru ini namanya Bu Mustika, dia mengajar Fisika di kelas 11. Bu Mustika merupakan guru baru di sekolah saya, dia termasuk guru yang disiplin.Dikelas,kami sepakat bagi siapa saja yang terlambat masuk di jam pelajarannya akan dihukum, itu bukan hanya untuk kami saja tapi berlaku juga untuk Bu Mustika. 

Jujur saja, sebenarnya saya tidak begitu menyukai pelajaran fisika, tapi semenjak Bu Mustika mengajar di kelas,sedikit demi sedikit saya mulai menyukai pelajarannya. Pembawaannya yang begitu baik membuat saya mudah menerima materi yang diajarkan. Beliau sangat dekat dengan murid-muridnya, karna jiwanya yang masih remaja seperti anak SMA membuat kami tidak malu untuk bertanya dan bercanda dengannya. 

Disela pembelajaran terkadang Bu Mustika sering menceritakan kisah perjalan hidupnya yang sering membuat saya termotivasi dari kisahnya. Saya kagum dengan Bu Mustika karna dia mampu sukses tanpa merepotkan orangtuanya.Bu Mustika menceritakan bahwa dia kuliah dengan mendapatkan beasiswa S1 di Universitas Negeri Semarang, dan sekarang sedang melaksanakan S2 di Universitas Negeri Jakarta. Semua itu didapatkannya dari usaha belajar kerasnya. Saya berharap bisa seperti Bu Mustika. Semoga di kelas 12 nanti guru Fisika saya tetap Bu Mustika.Karna saya terlanjur suka dengan pembawaannya dalam mengajar.

Demikian cerita tentang guru favorit saya,lebih kurangnya mohon maaf. Kritik dan saran dari pembaca sangat membantu dalam perkembangan blog saya.
Wassalamualaikum Wr.Wb                      



Minggu, 30 September 2018

Tempat Favorit Di Sekolah







Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...Perkenalkan nama saya Nelvita Sari, teman- teman biasanya memanggil dengan panggilan nel atau vita. Saya bersekolah di SMAN 1 BOJONGGEDE kelas XI IPA 2. Kali ini saya mendapatkan tugas dari guru TIK untuk mendeskripsikan tempat favorite di sekolah. Saya memilih lapangan sebagai tempat favorite saya di sekolah. 

Lapangan sekolah, mungkin sebagian dari kalian bingung kenapa saya lebih memilih lapangan sebagai tempat favorite. Alasanya karna lapangan sekolah adalah tempat yang paling luas,disana saya bisa berlari,olahraga,bermain,berfoto dan lain-lain. 

Dulu pertama saya masuk sekolah di SMAN 1 BOJONGGEDE saya tidak menyukai lapangan, karna waktu itu lapangan sekolah tidak sebagus sekarang. Setiap kelas yang melaksanakan olahraga pasti lapangan akan berdebu, karna waktu itu lapangan belum di Cor, dan setiap hujan datang lapangan sekolah akan digenangi air. Tapi sekarang lapangan sekolah sudah sangat bagus, lapangan sudah di Cor dan juga sudah di cat. Setiap ada jam olahraga saya jadi bersemangat karna lapangan sudah tidak berdebu lagi.Lapangan juga sering digunakan oleh para siswi untuk tempat berfoto, apalagi di sore hari lapangan sekolah terlihat bagus karna saya seperti melihat sunset di ujung barat dari sekolah. Bagi para siswi kami tidak pernah melewatkan hal itu, kami akan mendokumentasikannya karna itu sangat indah dan menarik,jarang sekali ada sekolah yang mempunyai pemandangan seindah itu

Demikian cerita tentang tempat favorit saya disekolah. Kurang lebihnya mohon maaf, kritik dan saran sangat membantu saya dalam proses pembelajaran. Nantikan postingan saya selanjutnya, Wassalamualaikum Wr.Wb

Sabtu, 15 September 2018

Penantian Panjang Zai Berbuah Juara Sirnas


JAKARTA, Kompas.com - Abdul Kadir Zailani akhirnya berhasil mencicipi manisnya gelar juara di ajang Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) di nomor dewasa. Pebulutangkis tunggal putra besutan Mutiara Cardinal Bandung itu mampu menjadi yang terbaik setelah di laga final yang berlangsung sore tadi, Sabtu (15/9) di Gelanggang Ramaja Tanjung Priok, mengalahkan Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan dari Jaya Raya Jakarta dengan dua game langsung 21-13 dan 21-11.

Pemain yang akrab disapa Zai itu pun mengaku sangat bersyukur bisa menjadi juara untuk pertama kalinya selama ia bersaing di nomor dewasa sejak awal tahun 2016 silam. Bahkan, bisa masuk babak final pun ternyata baru ia rasakan di Djarum Sirnas kali ini.

Lebih lanjut Zailani mengatakan. Bertanding dipartai puncak, dirinya mengaku siap menerima hasil apapun. “Sebelum bertanding, saya sudah siap dengan hasil apapun, mau menang atau kalah, saya sudah siap. Saya tidak mau menganggap remeh lawan. Siapapun lawannya, saya akan bertanding dengan sungguh-sungguh dan tampil semaksimal mungkin,” jelasnya.

Abdul Kadir Zailani tampil menguasai jalannya pertandingan sejak awal. Bahkan, serangan-serangan yang dilepaskannya, beberapa kali gagal dihentikan sang lawan. Pada game kedua, Zailani yang unggul cukup jauh, tidak mencoba untuk menurunkan tempo permainan. Ia justru tampil lebih percaya diri dan segera menyelesaikan pertandingan.

“Tadi itu bolanya cepat. Makanya dari awal bertanding saya langsung berinisiatif menyerang. Ada kesempatan disitu, dan tidak saya sia-siakan. Waktu unggul cukup jauh di game kedua, saya tambah percaya diri dan yakin bisa memenangkan pertandingan. Alhamdulillah saya juara,” tuturnya.

Keluar sebagai juara tak lantas membuat Zailani berpuas diri. Hasil ini justru semakin membakar semangatnya demi meraih gelar-gelar berikutnya hingga akhir tahun 2018. “Ini gelar juara pertama saya, dan saya nggak mau cepat puas. Mudah-mudahan kemenangan ini bisa menambah kepercayaan saya untuk turnamen-turnamen selanjutnya,” tutup Zailani.

Sementara itu, Mutiara Cardinal Bandung sukses mengawinkan gelar di nomor tunggal dewasa putri, setelah wakilnya Hanna Ramadini berhasil merebut gelar Djarum Sirnas untuk ketiga kalinya secara beruntun tahun ini, usai di final tadi mampu menundukan lawannya asal Exis Jakarta, Putri Kusuma Wardani dengan kemenangan 21-12, 17-21, dan 21-18.

Gelar juara ganda dewasa putra pada ajang Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Premier Li Ning Jakarta Open 2018 berhasil diraih oleh pasangan Jaya Raya Jakarta, Amri Syahnawi/Rian Swastedian. Mereka berhak menjajaki podium juara tertinggi setelah pada laga final yang berakhir malam tadi, Sabtu (15/9) di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara, mampu menundukan rekan satu klubnya, Muhammad Fachrikar Adma Parlindungan Man/Reza Dwicahya Purnama.

Bertanding di lapangan tiga, Amri/Rian tak mampu tampil baik membuka game pertama, sehingga membuat mereka harus kalah terlebih dahulu dengan 16-21. Di game kedua, Amri/Rian mampu tampil lebih agresif. Meski kejar mengejar angka terus saja tersaji, namun Amri/Rian berhasil menjaga fokus sampai bisa menang dengan skor tipis 21-19, hingga membuat game ketiga harus dimainkan.

“Game pertama kami mencoba untuk bermain cepat, tetapi lawan lebih siap dan kami kalah cepat. Terus di game kedua kami berusaha lebih siap dan berusaha untuk menyerang duluan. Soalnya kalau kami terus bermain rali, pasti keduluan diserang oleh lawan,” kata Rian usai laga.

Kemenangan di game kedua itu tak lantas membuat Amri/Rian bisa langsung tampil in di awal game penentu. Ia sempat tertinggal angka 6-10 terlebih dahulu, sebelum akhirnya bisa memastikan kemenangan setelah unggul skor 21-16 tepat di menit 56.

“Game ketiga kami sempat tertinggal 6-10 terlebih dahulu. Tetapi kami berpikir masih banyak kesempatan dan harus kembali fokus. Sampai akhirnya kami menemukan kepercayaan diri lagi dan bisa menang,” tutur Amri.

Gelar ini merupakan gelar untuk ketiga kalinya bagi Amri/Rian di tahun 2018. Sebelumnya, mereka berhasil menjadi juara di ajang Djarum Sirnas Premier Jawa Tengah Open dan USM International Series.

“Ini gelar ketiga bagi kami di tahun ini, dan bersyukur bisa mencapai target juara di Djarum Sirnas kali ini. Semoga di turnamen berikutnya yang bakal kami ikuti bisa kembali tampil maksimal,” jelas Amri.

Perhelatan Djarum Sirnas tahun ini akan berlanjut di GOR Hevindo, Balikpapan pada 1-6 Oktober 2018 mendatang. 


Sumber

Rabu, 05 September 2018

UU ITE dan UU NO. 19 tentang Hak Cipta


Pengertian UU ITE
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya.
Contoh Kasus Pelanggaran UU ITE
Seperti yang kita ketahui, kasus Prita Mulyasari merupakan kasus pelanggaran terhadap UU ITE yang mengemparkan Indonesia. Nyaris berbulan-bulan kasus ini mendapat sorotan masyarakat lewat media elektronik, media cetak dan jaringan sosial seperti facebook dan twitter.
Prita Mulyasari adalah seorang ibu rumah tangga, mantan pasien Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra Tangerang. Saat dirawat di Rumah Sakit tersebut Prita tidak mendapat kesembuhan namun penyakitnya malah bertambah parah. Pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan yang pasti mengenai penyakit Prita, serta pihak Rumah Sakitpun tidak memberikan rekam medis yang diperlukan oleh Prita. Kemudian Prita Mulyasari mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut melalui surat elektronik yang kemudian menyebar ke berbagai mailing list di dunia maya. Akibatnya, pihak Rumah Sakit Omni Internasional marah, dan merasa dicemarkan.
Lalu RS Omni International mengadukan Prita Mulyasari secara pidana. Sebelumnya Prita Mulyasari sudah diputus bersalah dalam pengadilan perdata. Dan waktu itupun Prita sempat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sejak 13 Mei 2009 karena dijerat pasal pencemaran nama baik dengan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kasus ini kemudian banyak menyedot perhatian publik yang berimbas dengan munculnya gerakan solidaritas “Koin Kepedulian untuk Prita”. Pada tanggal 29 Desember 2009, Ibu Prita Mulyasari divonis Bebas oleh Pengadilan Negeri Tangerang.
Contoh kasus di atas merupakan contoh kasus mengenai pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 pasal 27 ayat 3 tahun 2008 tentang UU ITE. Dalam pasal tersebut tertuliskan bahwa: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/ atau mentransmisikan dan/ atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan /atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/ atau pencemaran nama baik.

Sisi Positif UU ITE
            Berdasarkan dari pengamatan para pakar hukum dan politik UU ITE mempunyai sisi positif bagi Indonesia. Misalnya memberikan peluang bagi bisnis baru bagi para wiraswastawan di Indonesia karena penyelenggaraan sistem elektronik diwajibkan berbadan hukum dan berdomisili di Indonesia. Otomatis jika dilihat dari segi ekonomi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain pajak yang dapat menambah penghasilan negara juga menyerap tenaga kerja dan meningkatkan penghasilan penduduk.

Sisi Negatif UU ITE
 Selain memiliki sisi positif UU ITE ternyata juga terdapat sisi negatifnya. Contoh kasus Prita Mulyasari yang berurusan dengan Rumah Sakit Omni Internasional juga sempat dijerat dengan undang-undang ini. Prita dituduh mencemarkan nama baik lewat internet. Padahal dalam undang-undang konsumen dijelaskan bahwa hak dari konsumen untuk menyampaikan keluh kesah mengenai pelayanan publik. Dalam hal ini seolah-olah terjadi tumpang tindih antara UU ITE dengan UU konsumen. UU ITE juga dianggap banyak oleh pihak bahwa undang-undang tersebut membatasi hak kebebasan berekspresi, mengeluarkan pendapat, dan menghambat kreativitas dalam berinternet. Padahal sudah jelas bahwa negara menjamin kebebasan setiap warga negara untuk mengeluarkan pendapat.

Undang – Undang Hak Cipta No. 19 Tentang Hak Cipta

Pengertian
Hak cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.
Lingkup Hak Cipta
·                     Pasal 2
Hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak cipnyataannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketentuan Pidana
·                     Pasal 72
(1)   Barangsiapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) atau pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
(2)   Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
(3)   Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
(4)   Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 17 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
(5)   Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 19, Pasal 20, atau Pasal 49 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
(6)   Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 24 atau Pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
(7)   Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
(8)   Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 27 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
(9)   Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 28 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).
Contoh Kasus
Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan adanya hak cipta untuk produk TI, apabila terjadi pembajakan terhadap produk tersebut maka pelakunya dapat dituntut secara hukum dan dikenakan sanksi yang berat. Maka, para perusahaan pun berlomba-lomba mematenkan produknya tidak peduli betapa mahal dan sulitnya proses pengeluaran hak paten tersebut. Mengenai aplikasi atau software yang kita buat menggunakan software bajakan, menurut saya itu tidak menjadikan aplikasi yang kita buat menjadi aplikasi bajakan. Karena software hanya media untuk menuangkan pikiran atau ide-ide. Apabila ide-ide kita orisinal itu tidak akan menjadikan aplikasinya bajakan, dan begitu sebaliknya.
Studi Kasus Hak Cipta Di Indonesia seseorang dengan mudah dapat memfoto kopi sebuah buku, padahal dalam buku tersebut melekat hak cipta yang dimiliki oleh pengarang atau orang yang ditunjuk oleh pengarang sehingga apabila kegiatan foto kopi dilakukan dan tanpa memperoleh izin dari pemegang hak cipta maka dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta. Lain lagi dengan kegiatan penyewaan buku di taman bacaan, masyarakat dan pengelola taman bacaan tidak sadar bahwa kegiatan penyewaan buku semacam ini merupakan bentuk pelanggaran hak cipta. Apalagi saat ini bisnis taman bacaan saat ini tumbuh subur dibeberapa kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Di Yogyakarta dapat dengan mudah ditemukan taman bacaan yang menyediakan berbagai terbitan untuk disewakan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kedua contoh tersebut merupakan contoh kecil dari praktek pelanggaran hak cipta yang sering dilakukan oleh masyarakat dan masyarakat tidak menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah bentuk dari pelanggaran hak cipta. Padahal jika praktek seperti ini diteruskan maka akan membunuh kreatifitas pengarang. Pengarang akan enggan untuk menulis karena hasil karyanya selalu dibajak sehingga dia merasa dirugikan baik secara moril maupun materil. Pengarang atau penulis mungkin akan memilih profesi lain yang lebih menghasilkan. Selain itu kurang tegasnya penegakan hak cipta dapat memotivasi kegiatan plagiasi di Tanah Air. Kita tentu pernah mendengar gelar kesarjanaan seseorang dicopot karena meniru tugas akhir karya orang lain.
Mendarah dagingnya kegiatan pelanggaran hak cipta di Indonesia menyebabkan berbagai lembaga pendidikan dan pemerintah terkadang tidak sadar telah melakukan kegiatan pelanggaran hak cipta. Padahal, seharusnya berbagai lembaga pemerintah tersebut memberikan teladan dalam hal penghormatan terhadap hak cipta. Contoh konkritnya adalah perpustakaan, lembaga ini sebenarnya rentan akan pelanggaran hak cipta apabila tidak paham mengenai konsep hak cipta itu sendiri. Plagiasi, Digitalisasi koleksi dan layanan foto kopi merupakan topik-topik yang bersinggungan di hak cipta. Akan tetapi selain rentan dengan pelanggaran hak cipta justru lembaga ini dapat dijadikan sebagai media sosialisasi hak cipta sehingga dapat menimalkan tingkat pelanggaran hak cipta di Tanah Air.
Perpustakaan menghimpun dan melayankan berbagai bentuk karya yang dilindungi hak ciptanya. Buku, jurnal, majalah, ceramah, pidato, peta, foto, tugas akhir, gambar adalah sebagai format koleksi perpustakaan yang didalamnya melekat hak cipta. Dengan demikian maka perpustakaan sebenarnya sangat erat hubungannya dengan hak cipta. Bagaimana, tidak di dalam berbagai koleksi yang dimiliki perpustakaan melekat hak cipta yang perlu dihormati dan dijaga oleh perpustakaan. Jika tidak berhati-hati atau memiliki rambu-rambu yang jelas dalam pelayanan perpustakaan justru perpustakaan dapat menyuburkan praktek pelanggaran hakcipta.Untuk itu dalam melayankan berbagai koleksi yang dimiliki perpustakaan, maka perpustakaan perlu berhati-hati agar layanan yang diberikannya kepada masyarakat bukan merupakan salah satu bentuk praktek pelanggaran hak cipta. Dan idealnya perpustakaan dapat dijadikan sebagai teladan dalam penegakan hak cipta dan sosialisasi tentang hak cipta.
Layanan foto kopi, digitalisasi koleksi serta maraknya plagiasi karya tulis merupakan isu serta layanan perpustakaan yang terkait dengan hak cipta. Perpustakaan perlu memberikan pembatasan yang jelas mengenai layanan foto kopi sehingga layanan ini tidak dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran hak cipta. Dalam kegiatan digitalisasi koleksi, perpustakaan juga perlu berhati-hati agar kegiatan yang dilakukan tidak melanggar hak cipta pengarang. Selain itu perpustakaan juga perlu menangani plagiasi karya tulis dengan berbagai strategi jitu dan bukan dengan cara proteksi koleksi tersebut sehingga tidak dapat diakses oleh pengguna perpustakaan.
Penyebab munculnya penyalahgunaan UUHC?
–          Kurangnya kesadaran akan pentinganya hak cipta di kalangan masyarakat Indonesia.
–          Motif ekonomi yang memaksa masyarakat untuk melakukan pelanggaran hak cipta.
–          Aksesibilitas yang lebih mudah.
Sumber :
http://prasetyooetomo.wordpress.com/2012/06/27/pengertian-uu-ite/ http://restyucul.blogspot.com/2013/05/undang-undang-no-19-tentang-hak-cipta_7.htmlhttp://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik
http://aromblog.blogspot.com/2013/05/ruu-ite.html
http://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Republik_Indonesia_Nomor_19_Tahun_2002